Sejarah Tari Labas Samya
http://jawatimuran.wordpress.com/2011/10/28/labas-samya-tari-baru-suroboyoan/
Sore itu beberapa
cewek ABG (anak baru gede) dengan senyum
mengembang terlihat bergerak gemulai di halaman pendopo Balai Budaya
Jawa Timur. Kaki dan tangan mereka banyak mendominasi gerakan. Satu hal
yang bisa dikatakan menarik adalah, property tangan sejenis
gongseng
(untaian
klintingan, bergemerincing di kaki, seperti pida
tari
Ngremo-Red.) melengkapi gerak tari para ABG itu. Tarian
mereka lazim disebut
Labas Samya.
Dari mana asal tarian itu? Ketua Yayasan Bina Tari Surabaya, Tri
Broto Wibisono, S.Pd. mengatakan, tari tersebut adalah tari rakyat
suroboyoan.
Namun, tari rakyat yang satu ini, versi Tri Broto! bukan dari
jenis tradisional. “Tari
Labas Samya ini adalah jenis tari
kreatif. Hasil karya seniman-seniman tari Surabaya,” tandasnya.
Laki-laki paruh baya ini mengatakan,
Labas Samya diambil
dari bahasa Jawa.
Labas adalah salah satu istilah di tari
Ngremo, yaitu berjalan. Gerakan
labas itu sendiri sebenarnya
ada di hampir semua jenis tarian Jawa Timur.
Sedangkan istilah samya
(Jawa:
samio) berarti bersama-sama atau beramai-ramai.

Alasan Tri Broto mempopulerkan tari yang awalnya dinamakan
Lelabasan
ini, karena gerakannya yang sederhana. Selain itu, tari ini tidak
perlu kostum yang rumit. “Kalau
Ngremo gerak nya sulit. Jadi,
sulit juga untuk dipopulerkan ke semua kalangan. Beda dengan
Labas
Samya, gerakannya mudah dipelajari. Yang jelas, ada bagian tari
tradisional khas Surabaya
(Ngremo) itu yang diadopsi ke
Labas
Sam
ya,” paparnya.
Ihwal maksud istilah tarian tersebut, Tri Broto yang juga staf Dinas
Pendidikan Surabaya, mengatakan maksud tarian tersebut adalah tari
dengan gerakan berjalan yang ditarikan secara beramai-ramai. Dari unsur
ramai-ramai itulah dia optimistis
Labas Samya baka mudah
dipopulerkan. “Kami akan mempopulerkan
Labas Samya seperti
tarian
Sarjojo atau
Yosakoi. Artinya, Surabaya juga
bisa punya tarian kreasi yang bisa popular seperti itu ,” ujarnya dalam
nada bersemangat.

Tari Labas Samya biasanya menjadi ajang kompetisi di Surabaya, tepatnya di Tugu pahlawan. Peserta berasal dari berbagai sekolah mulai dari kalangan Play groub, TK, SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa. Sudah sejak lama pula krasi tari Labas Samya ini di laksanakan. Kegiatan itu pun membuat budaya Arek Suroboyo tetap hidup secara turun temurun. Tari ini adalah tari yang penuh semangat namun ada juga yang menampilkan dengan lemah gemulai. Tariannya menggunakan dua tongkat yang bervariasi pula. Ada yang menggunakan tongkat berbola bunyi seperti punya tukang sate, ada yang menggunakan botol bekas yang di hias. namun variasi itu diambil sesuai dengan kreatifitas masing-masing,
http://reginazzz.blogspot.com/